Strategi Relokasi Warga Pasca Bencana Alam di Batusangkar

Strategi Relokasi Warga Pasca Bencana Alam di Batusangkar

Batusangkar merupakan tempat yang akhir-akhir ini menghadapi tantangan besar akibat bencana alam. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengalokasikan 3 Lahan seluas 8 hektare sebagai tempat relokasi warga Kabupaten Tanah Datar yang rumahnya rusak berat atau berada di zona merah aliran hujan lahar Gunung Marapi. Gubernur Mahyeldi usai meninjau lahan di Nagari Rambatan, Tanah Datar menyebutkan, kawasan tersebut dulunya merupakan lahan persemaian benih (BBI) tanaman pangan dan saat ini dimanfaatkan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sumbar.

Banjir dan banjir bandang yang berulang kali terjadi telah meluluhlantahkan beberapa wilayah di Kabupaten Tanah Datar sejak Desember 2023, dengan kejadian paling dahsyat terjadi pada tanggal 11 Mei 2024 yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan parah pada infrastruktur, termasuk pemukiman warga. Mengingat gawatnya situasi, inisiatif yang diambil oleh pemerintah untuk menyediakan ruang relokasi bagi warga yang terkena dampak patut mendapat pujian dan menunjukkan respons proaktif terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat.

Keputusan untuk mengalokasikan lahan yang luas untuk relokasi menunjukkan kesediaan untuk memenuhi kebutuhan mendesak penduduk yang terkena dampak dan memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan mereka. Tindakan ini mencerminkan rasa tanggung jawab dan kewajiban terhadap warga negara, menunjukkan komitmen untuk memberikan bantuan dan dukungan pada saat krisis. Dengan mengambil langkah proaktif untuk merelokasi penduduk di daerah berisiko tinggi, pemerintah bertujuan untuk memitigasi bencana di masa depan dan menjamin keselamatan masyarakat.