Penggunaan Roket Rusia 6.600 Pon di Ukraina Meningkatkan Kekhawatiran Global

Penggunaan Roket Rusia 6.600 Pon di Ukraina Meningkatkan Kekhawatiran Global

Rekaman video baru-baru ini yang konon menunjukkan penggunaan pertama roket Rusia seberat 6.600 pon di Ukraina telah memicu kekhawatiran di kalangan analis tentang potensi kerusakan dan implikasi senjata ini terhadap Kyiv. Sumber Rusia mempublikasikan rekaman tersebut di aplikasi perpesanan Telegram, yang diduga menggambarkan bom FAB-3000 M-54 yang menargetkan posisi Ukraina di wilayah timur laut Kharkiv pada Kamis, 20 Juni 2024.

Amunisi ini dilengkapi dengan modul perencanaan dan koreksi terintegrasi yang mengubahnya menjadi bom roket, sehingga memungkinkannya diluncurkan dari jarak jauh dari udara. Saat terkena dampak, bom tersebut menciptakan bola api besar, dengan radius ledakan signifikan yang menghancurkan hampir semua yang dilewatinya, terutama puing-puing dari pertempuran sebelumnya. Analis di lembaga think tank Institute for the Study of War menyatakan bahwa penggunaan bom FAB-3000 memberi Rusia senjata baru yang membawa potensi kehancuran tinggi jika digunakan secara efektif.

Meskipun pengenalan senjata ampuh tersebut menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya kekerasan dalam konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina, penting untuk mempertimbangkan konteks sejarah yang menyebabkan perkembangan ini. Konflik ini terjadi pada tahun 2014 ketika Rusia mencaplok Krimea, yang memicu serangkaian bentrokan di Ukraina timur antara pasukan Ukraina dan separatis pro-Rusia. Situasi ini kemudian berkembang menjadi perang skala penuh, dimana Rusia mendukung kelompok separatis dan Ukraina berusaha mempertahankan integritas teritorialnya.