Pameran Kekayaan Intelektual 2024 dan Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah

Pameran Kekayaan Intelektual 2024 dan Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah (Sulteng) menampilkan tiga produk unggulan daerah pada Pameran Kekayaan Intelektual 2024 yang digelar di Hotel Shangri-La Jakarta. KI Expo 2024 memberikan wadah bagi berbagai daerah untuk menampilkan produk-produk unik dan inovatifnya, menyoroti pentingnya hak kekayaan intelektual dalam melindungi ciptaan tersebut. Tiga produk asal Sulteng yang mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (GI) dan dipamerkan pada pameran tersebut adalah Belut Marmorata dari Kabupaten Poso, Kain Tenun Nambo dari Kabupaten Banggai, dan Tenun Ikat Donggala dari Kabupaten Donggala. Produk-produk ini mewakili kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Sulteng yang menampilkan keunikan warisan dan ketrampilan daerah.

Pameran produk-produk tersebut di KI Expo 2024 tidak hanya menonjolkan kreativitas dan inovasi masyarakat Sulteng, tetapi juga menjadi ajang untuk mempromosikan produk-produk tersebut ke khalayak yang lebih luas. Sertifikat GI yang diperoleh untuk produk-produk ini memastikan bahwa produk-produk tersebut dilindungi dari peniruan dan penyalahgunaan yang tidak sah, sehingga menjaga nilai budaya dan ekonomi dari kreasi unik ini. Dengan menampilkan produk-produk tersebut pada acara nasional seperti KI Expo, Kanwil Kemenkumham Sulteng bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hak kekayaan intelektual dan potensi pertumbuhan ekonomi melalui promosi produk-produk buatan dalam negeri.

Belut Marmorata dari Kabupaten Poso merupakan makanan lezat yang terkenal karena rasa dan teksturnya yang khas. Dengan diperolehnya sertifikat GI, para produsen Belut Marmorata kini dapat memasarkan produknya dengan percaya diri karena terlindungi dari produk palsu yang beredar di pasaran. Kain Tenun Nambo Kabupaten Banggai merupakan kain tenun tradisional dengan desain rumit dan warna cerah, menampilkan keterampilan dan kesenian penenun lokal. Tenun Ikat Donggala dari Kabupaten Donggala merupakan salah satu contoh kekayaan warisan budaya Sulteng dengan keunikan teknik dan pola tenun yang diwariskan secara turun temurun.